Teknik Interogasi CIA Bernama Penyiksaan

Teknik Interogasi CIA Bernama Penyiksaan

Satu lagi kekejian yang selama ini disembunyikan Amerika Serikat (AS)
terungkap. Setelah penyiksaan di penjara Abu Ghuraib dan pelecehan di
Guantanamo, kini terungkap adanya penyiksaan yang dilakukan agen
rahasia AS, CIA, di penjara-penjara rahasia. Sebagian penjara rahasia
itu berada di Eropa Timur, Afghanistan, Thailand, kapal-kapal induk
yang tersebar di beberapa lepas pantai, juga di tempat lain.

Pejabat dan mantan pejabat CIA mengungkapkan kepada ABC News bahwa 11
tokoh Alqaidah yang ditahan AS di penjara rahasia di Polandia dan
Rumania (Eropa Timur) telah dipindahkan ke Afrika Utara. Pemindahan
ini dilakukan akhir bulan lalu untuk menyambut kunjungan sepekan
Menteri Luar Negeri AS, Condoleezza Rice, ke Eropa. Namun demikian,
banjir kritik tetap mewarnai kunjungan Rice tersebut.

Penyiksaan itu pun membuat Rice perlu meminta maaf saat bertemu dengan
Kanselir Jerman, Angela Merkel, Selasa (6/12). Salah satu yang ditahan
dan disiksa itu ternyata warga Jerman keturunan Lebanon bernama Khalid
Al Masri. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai sales mobil itu
diculik CIA pada Desember 2003 saat berlibur ke Macedonia.

Setelah ditangkap, Khalid langsung diterbangkan ke Afghanistan untuk
diinterogasi. Selama lima bulan di penjara rahasia, dia mengalami
berbagai penyiksaan. Pada Mei 2004, dia dipindahkan ke Albania.
Setelah disiksa, dia pun dibebaskan begitu saja. Hal ini sempat
membuat publik Jerman bereaksi keras. Belakangan kemudian diketahui
bahwa CIA salah tangkap. Atas kesalahan itu, Rice pun cukup
menyampaikan permintaan maafnya kepada Merkel.

''Kami menyadari bahwa adakalanya kesalahan muncul dalam pengambilan
kebijakan,'' ujar Rice. Jika kesalahan terjadi, kata dia, pihaknya pun
berusaha untuk segera memperbaikinya. Secara tersirat, Merkel pun
memaafkannya. ''Kami pun berjanji kepada partner kita untuk segera
membereskan kesalahan itu,'' ujar Merkel seperti dikutip situs Guardian.

Salah tangkap yang dilakukan AS terhadap Khalid inipun membawa dampak
buruk kepada Gerhard Schroder, mantan kanselir Jerman. Saat menjabat
sebagai kanselir, Schroder dipercaya mengetahui aktivitas CIA dengan
penjara-penjara rahasia di Eropa itu. Cuma, dia menuruti permintaan AS
supaya tutup mulut. Komisi khusus parlemen Jerman pun akan
menginvestigasi informasi ini.

Mendengar pengakuan Rice itu, American Civil Liberties Union (ACLU),
pun langsung bereaksi. Lembaga ini akan mengajukan tuntutan hukum
kepada CIA karena telah menculik seseorang tanpa alasan yang jelas.
ACLU menganggap CIA telah melanggar hukum AS dan prinsip-prinsip
penegakan hak asasi manusia (HAM). ''Menculik seorang warga negara
asing untuk ditahan dan diinterogasi tanpa dasar hukum adalah
bertentangan dengan nilai-nilai Amerika,'' ujar Direktur Eksekutif
ACLU, Anthony Romero, dalam situs islamonline.

Selain Khalid, nasib tragis juga dialami seorang ulama Italia, Hassan
Mustafa Usamah Nasr. Pria yang mengungsi dari Mesir ini ditangkap di
sebuah jalan di Milan tanpa dasar hukum yang jelas. CIA kemudian
memberi kabar kepada pasukan antiteror Italia bahwa Nasr telah terbang
ke Balkan. Belakangan Italia baru mengetahui bahwa Nasr telah dibawa
ke Mesir untuk disiksa dan diinterogasi.

Kasus lain yang juga mengenaskan menimpa Wahab Al Rami, seorang
pengusaha Inggris. Dia ditangkap di Gambia pada November 2002.
Padahal, beberapa hari sebelumnya, warga Palestina pencari suaka itu
telah dinyatakan bebas dari dakwaan terorisme oleh pengadilan Inggris.
Al Rami kemudian di bawa ke Guantanamo tanpa dasar hukum yang jelas.
Dia akhirnya memang dibebaskan.

Al Rami pun mengaku sangat marah pada Pemerintah Inggris maupun
Pemerintah AS yang telah menyengsarakannya. Dia berharap Allah SWT
segera mengutuk keduanya, karena hingga kini tidak ada kekuatan dunia
yang mereka takuti.

Meski banyak mendapat kecaman, Rice tetap saja tidak menyesalkan
teknik interogasi dengan penyiksaan yang dipilih AS itu. Menurut dia,
metode interogasi yang dilakukan CIA itu bisa ikut menyelamatkan Eropa
dari ancaman terorisme. ''Kami berkewajiban untuk melindungi rakyat
kami. Kami akan mengambil langkah sesuai hukum,'' ujarnya.

Cara-cara seperti ini memang sepertinya telah menjadi garis kebijakan
AS untuk menyengsarakan orang-orang yang oleh AS dianggap sebagai
teroris. Buktinya, berdasar laporan Human Right First --lembaga
pemantau HAM-- AS telah memiliki jaringan tempat-tempat penahanan
rahasia. Direktur Human Right First, Deborah Pearlstein, mengungkapkan
bahwa AS punya metode penanganan tahanan rahasia yang tidak terjangkau
pengawasan, pertanggungjawaban, dan hukum.

Seperti dilaporkan islamonline munculnya tahanan-tahanan rahasia ini
memang mendapat restu dari Menteri Pertahanan AS, Donald Rumsfeld.
Untuk memenjarakan pejuang Irak yang ditahan, Rumsfeld meminta
dibuatkan tahanan rahasia yang memungkinkan para tahanan tidak perlu
diberi nomor identifikasi. Dengan demikian, seperti dikemukakan Juru
Bicara Pentagon, Bryan Whitman, CIA bisa menginterogasinya tanpa
terpantau Palang Merah Internasional.

Lebih mengenaskan lagi, tahanan-tahanan rahasia yang sarat dengan
penyiksaan ini semuanya berada di luar wilayah AS. Bisa dibilang,
tempat-tempat penyiksaan itu ditempatkan AS di negara-negara yang
penerapan standar penegakan HAM-nya rendah.

Hingga kini memang belum diketahui secara pasti jumlah tahanan yang
harus menjalani kehidupan menyakitkan di penjara-penjara rahasia milik
AS. Namun, sumber yang dikutip Guardian mengungkapkan bahwa jumlah
tahanan yang diculik AS selepas peristiwa 11 September 2001 itu lebih
dari 3.000 orang. Mereka tersebar di berbagai negara. Hanya sekitar
350 tahanan yang berada di Guantanamo, dan sangat sedikit dari mereka
yang kemudian dibebaskan.

Cara-cara inipun mendapat banyak kecaman. Milton Bearden, orang yang
pernah berkarier di CIA selama 30 tahun termasuk sangat mengecam cara
CIA menginterogasi tahanan lewat penyiksaan. ''Penyiksaan adalah cara
yang akan membawa dampak buruk bagi Anda (CIA) sendiri,'' ujarnya.
(irf )
Advertisements
Posted in Internasional. Tags: , . Comments Off on Teknik Interogasi CIA Bernama Penyiksaan
%d bloggers like this: